RSS

Lelaki Kecil Penghafal Al-Qur’an


Pendahuluan

“Someone very special.”

Setiap orang sangat spesial. Spesial karena ia-lah yang keluar sebagai pemenangnya mengalahkan 120 juta lawannya. Maka, masing-masing orang pasti memiliki kelebihan dan keistimewaan yang menakjubkan. Bahkan, menurut Majdi Ubaid dalam 9 Asrâr li Hifzhil Qur’ânil Karîm -9 Rahasia Menghafal Al-Qur’anul Karim yang penulis terjemahkan, setiap orang berpontensi menjadi jenius minimal dalam satu atau dua kecerdasan –dari sembilan kecerdasan yang ada: kecerdasan fisikal, kecerdasan musikal (suara), kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan visual, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan verbal-linguistik, dan kecerdasan intuitif –spiritual-. Maka, di antara kewajiban orang tua terpenting adalah mengoptimalkan kecerdasan anak sesuai dengan potensi mereka. Salah satu bukti tentang hal ini adalah adinda Fajar Abdurrahim Wahyudiono. Lelaki kecil ini menjadi hafizh sejak usia dini, hanya dengan mendengar muratal dan bermain game Al-Qur’an. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 30, 2014 inci Kisah

 

Tag:

Kesabaran yang Menakjubkan


Abu Qilabah, namanya adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi. Seorang ahli ibadah dan ahli zuhudnya penduduk Bashrah. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik yang merupakan salah satu dari tujuh shahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Ibnu Hibban memasukkan nama beliau di dalam bukunya, Ats-Tsiqqat.

Di dalam kitab ini pula, Ibnu Hibban meriwayatkan sebuah kisah menakjubkan, yaitu tentang kesabaran Abu Qilabah di dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpanya. Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdil Malik. silahkan baca selengkapnya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 24, 2014 inci Kisah

 

Menjual Buku-buku Arab


Bismillah, alhamdulillah, wash shalâtu was salâmu alâ Rasulillah, wa ba’du:
Kaifa halukum ya ikhwati….? alhamdulillah ala kulli hâl.

Ikhwati…., apakah antum berminat mencari dan membeli kitab-kitab Arab, atau kitab-kitab induk (turats) tetapi tidak ada yang siap memenuhi dahaga keilmuan antum? Kami siap membantu antum untuk mendapatkan buku-buku tersebut. Berikut beberapa daftar buku induk yang saat ini masih ada stocknya -insyaAllah….,

Adhwâ’ul Bayan (10 jilid), Asy-Syinqithi [550.000]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 4, 2013 inci Uncategorized

 

Tag:

Ensiklopedi Hikmah


Ensiklopedi Hikmah

606 Hikmah dan Kisah Salaf, Intisari Kitab Shifatus Shafwah

Buku “Ensiklopedi Hikmah” ini adalah intisari kitab Shifatus Shafwah karya Ibnul Jauzi[(509 H-597 H] yang sebenarnya adalah juga ringkasan dari Hilyatul Auliya’ karya Karya al Imam Abu Nu’aim al-Ashfahani [336 H – 430H]. Peringkasan ini perlu dilakukan oleh Ibnul Jauzi dikarenakan ada beberapa kesalahan fundamental yang ada di buku Hilyah tersebut, di antaranya mencantumkan riwayat yang maudhu’, penulisan yang diulang-ulang, memuat hal-hal sufistik yang terlalu berlebihan, tidak dicantumkannya biografi Nabi Muhammad selaku uswah dan qudwah bagi seluruh manusia, dan lain-lain. silahkan baca selengkapnya….,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2013 inci Resensi

 

Jawaban Benar, Dibebaskan


Dari Abdullah bin Dinar berkata :

Saya pergi bersama Ibnu Umar ke Makkah, ditengah perjalanan, kami berhenti sebentar untuk untuk istirahat. Tiba-tiba ada seseorang anak gembala turun dari bukit menuju kearah kami, Ibnu Umar bertanya kepadanya: “Apakah kamu penggembala?”

“Ya…” jawabnya.

Lanjut Ibnu Umar lagi: “Juallah kepada saya seekor kambing saja.” (Ibnu Umar ingin mengetahui kejujurannya)

Penggembala menjawab: “Saya bukan pemilik kambing-kambing ini, saya hanyalah seorang hamba sahaya.”

“Katakan saja pada tuanmu, bahwa ia dimakan serigala.” kata Ibnu Umar membujuk.

“Lalu dimanakah Allah Azza wa-Jalla?” jawab penggembala mantap.

(Ibnu Umar bangga dengan jawaban penggembala) dan bergumam: “Ya, benar dimanakah Allah?”

Kemudian beliau menangis dan dibelinya hamba sahaya tadi lalu dimerdekakan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 25, 2013 inci Kisah

 
Kutipan

Malik bin Dinar mengisahkan,

Ketika Umar bin Abdul Aziz rahimahullah naik tahta, para penggembala di puncak-puncak gunung Syam bertanya-tanya, “Siapa khalifah shalih yang telah bertahta ini?”

Maka ada yang menyahut kepada mereka, “Darimana kalian tahu kalau ia seorang yang shalih?”

Para penggembala pun menjawab, “Jika yang memimpin adalah khalifah shalih maka singa-singa dan serigala-serigala berhenti mengganggu ternak kami.”

Shifat Ash Shafwah: 2/84, Ibnul Jauzi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2013 inci Kisah

 

Ipar Adalah Kematian


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu Anhu, disebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Hindarkanlah diri kalian untuk menemui wanita!” Lalu ada seorang lelaki dari kaum Anshar bertanya, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang saudara ipar?” Beliau bersabda, “Saudara ipar adalah (pembawa) kematian.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi).

Al-Hamwu al-mautu, saudara ipar adalah (pembawa) kematian. Apa maksudnya??

Ibnu Hajar, dalam kitab fenomenalnya, Fathul Bârî (15/42), menyebutkan pendapat para ulama terkait makna hadits ini, “Al-Hamwu al-mautu, saudara ipar adalah kematian.”

Imam Ath-Thabari menjelaskan makna Al-Hamwu al-mautu, “Artinya, bahwa berkhalwatnya seorang lelaki dengan istri saudaranya atau isri keponakannya seperti kedudukan kematian. Orang-orang Arab biasa menyebutkan sesuatu yang dibenci dengan kematian.”
Ibnul A’rabi, “Ini adalah kalimat yang diungkapkan oleh orang-orang Arab sebagai permisalan. Sebagaimana engkau mengatakan, “Singa adalah kematian.” Maksudnya adalah bertemu dengan singa berarti bertemu kematian. Jadi artinya adalah jauhilah ia (saudara ipar) sebagaimana kalian mewaspadai kematian.”

Sedangkan imam An-Nawawi menerangkan, “Hanyasanya yang dimaksud (hadits ini) adalah bahwa berkhalwat degnan kerabat suami lebih banyak daripada berkhalwat dengan selainnya, dan kerusakan yang ditimbulkan lebih banyak daripada yang lainnya, serta fitnah yang diakibatkan lebih cepat sampai ke wanita, dan berkhalwat dengannya tidak diingkari, berbeda dengan orang asing.”

Imam Al-Qurthubi juga menjelaskan di dalam Al-Mufhim, “Maknanya adalah bertemunya kerabat suami dengan istri suami diserupakan dengan kematian dalam mengungkapkan keburukan dan kerusakan. Betul-betul haram. Hanyasanya beliau mewanti-wanti dengan sangat untuk menjauhinya (ipar), dan mempermisalkannya dengan kematian adalah karena sikap toleransi manusia terhadap keluarga dari pihak suami dan istri karena keakraban mereka. Hingga seolah-olah bukan orang asing bagi si wanita. Orang-orang biasa mengungkapkan, “Al-Asadu al-mautu, wal harbu al-mautu, singa adalah kematian dan peperangan adalah kematian.” Maksudnya, bertemu dengan singa atau peperangan bisa menyebabkan kematian. Begitupula dengan bertemunya ipar dengan wanita (istri saudaranya) bisa menyebabkan kepada matinya agama, atau kematian wanita tersebut karena ditalak oleh suaminya ketika ia tersulut kecemburuan, atau kepada rajam jika terjadi perbuatan keji (zina).”

Jadi, sekarang kita tahu kenapa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menegus dengan keras tentang masalah ini.

Hal ini tidak lain karena sebab kemungkinan terjadi zina antara kakak dan adik ipar itu memang sangat besar. Apalagi bila mereka tinggal serumah. Padahal kemungkinan terjadi zina antara seorang dengan wanita lain yang bukan mahram, kesempatannnya jauh lebih kecil dibandingkan zina dengan ipar sendiri. Bahkan bila dengan wanita lain, untuk sekedar bertemu sekalipun, harus ada mahram yang mendampingi.

Akan tetapi pintu syetan terbuka lebar buat hubungan antara kakak dan adik ipar. Sebab sudah menjadi hal yang lazim ipar itu tinggal di dalam satu rumah. Anda bisa bayangkan, di dalam satu rumah ada wanita lain mahram.

Tentu ini sebuah keadaan yang tidak sehat. Di mana kemungkinan terbuka aurat menjadi sangat besar. Bahkan berikhtilath menjadi sangat mudah. Termasuk kesempatan untuk berduaan menjadi semakin sering.

Masyarakat bahkan keluarga akan menganggap hal itu biasa saja. Padahal kalau pasangannya tinggal di kampung lain dan ada laki-laki ketahuan pacaran sampai malam di rumah seorang gadis, masyarakat bisa heboh. Bahkan seringkali menjurus kepada pemaksaan untuk menikah di tempat. Apalagi bila istri sedang keluar, sedangkan suami di rumah bersama adik ipar perempuannya.

Akan tetapi bila hal itu terjadi antara kakak dan adik ipar di dalam sebuah rumah yang satu, tidak akan ada lagi filter dari masyarakat. Bahkan mereka cenderung menganggap hal itu biasa, karena statusnya memang masih keluarga sendiri.

Jadi, saudara ipar adalah kematian, atau penyebab kematian. Kisah ini adalah salah satu bukti kebenaran sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam di atas, “Al-hamwu al-mautu, saudara ipar adalah kematian.” bahkan, lebih menyakitkan. silahkan pembaca menyimak kisah yang sarat pelajaran ini:

Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:

“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih…” silahkan baca selengkapnya….,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 23, 2013 inci Kisah

 

Muhammad bin Wasi’


Muhammad bin Wasi’

“Law kâna yûjadu li dz-dzunûbi rîhun mâ qadartum an tadnû minnî min natani rîhî, seandainya dosa memiliki bau, kalian tidak akan mampu berdekatan denganku karena busuknya bau dosaku.” (Shifatus Shafwah : III/268 dalam Ensiklopedi Hikmah nomor 351 hlm. 214).

Nasehat di atas tidak hanya menggetarkan sukma, tetapi lebih dari itu, bisa menderaikan airmata orang-orang bertakwa, dan juga para pendosa. Menderaikan airmata orang-orang bertakwa karena semua kemudahan mereka dalam beramal shalih adalah semata-mata karena karunia dan inayah Allah, terlebih semua keutamaan dan kelebihan yang mereka dapatkan seringkali melebihi dari amal-amal mereka. Pujian manusia kepada mereka acapkali melampaui amal-amal mereka, dan itu semua berkat rahmat Allah. Sekali lagi, itu adalah kemurahan hati Allah kepada hamba-hamba-Nya. Seandainya manusia mengetahui noktah-noktah dosa yang tersembunyi dalam hati mereka, mereka akan malu dengan tabir Allah yang selalu menutupi dosa hatinya, baik berupa peremehan hati terhadap hak-hak Allah atau kemalasan hati dalam menjawab panggilan-Nya. Tidak hanya menderaikan orang bertakwa, tetapi juga para pendosa karena terlalu sering Allah menutupi aib dan cacat hamba-hamba-Nya yang berbuat dosa dari pandangan manusia. Fa bi ayyi âlâ’I Rabbikumâ tukadzdzibân. Sungguh, siapakah yang sanggup memikul dan menampakkan diri di hadapan manusia bila ternyata dosa itu benar-benar menimbulkan bau busuk dalam tubuh kita?. Allâhumma s-tur awrâtî wa âmin rawâtî wa h-fazhnî min bayni aydî wa min khalfî wa ‘an yamîni wa ‘an syimâlî wa min fawqî wa min tahtî wa ‘aûdzu bi ‘azhamatika an ughtâla min tahtî, amin. silahkan baca selengkapnya….,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 22, 2013 inci Kisah

 

Malam Pertama Kita


Malam Pertama Kita

Ibnu Abdil Bari el ‘Afifi (Abu Kayyisa Ulayya)

Boleh dikata, inilah tulisan fenomenal yang pernah aku catatkan. Ketika aku posting di facebook, ada 300 teman yang suka dan 200-an komentar, bahkan lebih. Fantastis. Untuk ukuran akun Facebook, bukan group apalagi page, tentu sangat menakjubkan. Aku bahkan tidak pernah membayangkan catatan itu akan direspon sedemikian rupa. Selalunya pembaca berlinang airmata. Ia menjadi kaya makna dengan komentar para pembaca. Aku pernah dikirimi pesan yang membuat bulu roma-ku berdiri. merinding. Berdesir. silahkan baca selengkapnya….,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 22, 2013 inci Cerita

 

Tag: ,

Abu Hurairah pun Menangis


Mari sejenak menyimak kisah yang bersumber dari Sunan Tirmidzi; kisah tentang Abu Hurairah yang menangis tatkala menyampaikan salah satu hadits Nabi Muhammad Shallallâhu alaihi wa sallam.
Berikut kisahnya : Syufay bin Mati’ Al-Ashbahi, seorang tabi’in yang dinilai oleh Ibnu Hajar dan Adz-Dzahabi sebagai perawi tsiqqah- menceritakan bahwa suatu ketika ia memasuki kota Nabi, Madinah. Ternyata di sana ada seorang lelaki yang dikerumuni oleh banyak manusia. Ia pun bertanya kepada orang-orang, ‘Siapa lelaki ini?’ mereka menjawab, “Abu Hurairah.” silahkan baca selengkapnya….,

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 21, 2013 inci Artikel

 
 
%d blogger menyukai ini: